semenjak gabung di Telkomsel Mobile Campus, GPRSn jadi murah, cuma 1/Kb. Makanya iseng-iseng aku nyari setting GPRS buat telkomsel, ya walaupun HP ku terlalu mendukung untuk online terus. ini nih setting GPRS untuk telkomsel yang aku dapat dari browsing:
Setting GPRS untuk Telkomsel
Dari namanya aja, magic square udah mengundang perhatian kita. wah, dimana y letak ke-magic-annya. apakah dengan magic square kita bisa tau gimana masa depan kita? atau melalui magic square, kita bisa mempunyai kekuatan kayak harry potter? atau bisa berpindah-pindah tempat dengan cepat? wehehehe, magic square bukan alatnya doraemon kale…. letak keajaibannya itu, jika kita menjumlahkan angka-angka secara vertikal, horizontal, dan diagonal, maka hasilnya adalah 100% sama, alias g boleh beda. yuk kita liat gimana sejarahnya…
Bubble Sort Algorithm, hmmm…..
Heum… dapet TP alpro tapi belum dikerjain, eh, TP sisop muncul dan harus dikumpulin lebih awal…
Sabar ya para praktikan-praktikan yang budiman…
Kuliah tu nggak seru kalo nggak gini.
Well, kali ini aku mau posting mengenai bubble sort dan kebetulan juga aku nemu video ilustrasinya.
Bubble sort adalah:
a simple sorting algorithm. It works by repeatedly stepping through the list to be sorted, comparing two items at a time and swapping them if they are in the wrong order. The pass through the list is repeated until no swaps are needed, which indicates that the list is sorted. The algorithm gets its name from the way smaller elements “bubble” to the top of the list. Because it only uses comparisons to operate on elements, it is a comparison sort.
–copy paste dari wiki– hehehe
Intinya sih bubble sort itu salah satu metode yang simpel untuk sorting. Dikatakan simpel karena emang simpel, maksudnya g ruwet, mudah dipahami, gampang dicerna, dan tidak semena-mena.:D.
Wew, terlihat begitu banyak pesona yang dimiliki oleh bubble sort ini, tapi jangan keburu-buru jatuh cinta pada pandangan pertama, cz ternyata bubble sort ini memiliki kekurangan juga. Emang sih dia simpel, tapi dia itu makan buanyak memori dan lama pengerjaannya jika yang disorting itu bilangannya banyak (banyak dalam konteks ini tu diatas 50000 angka). Tuh kan…! makanya jangan suka jatuh cinta cuma gara-gara kesan pertama, ati-ati dikadalin… Anyway, daripada semakin nggak nyambung, yuks kita liat grafiknya yang aku dapet dari sini. Here you are…
Tuh kan, diliat dari grafiknya aja, udah kliatan bahwa si bubble sort itu nggak baik untuk sorting yang jumlah angkanya banyak. Grafiknya yang menjulang dari bawah ke atas seperti gambar talinya balon yang sedang dipegang anak kecil (inget, gambar tali, jadi anak kecil dan balonnya tidak kelihatan). Oleh karena itulah, seorang ilmuwan asal Kota Kediri, Sir Alex Issac Alessandro Rizal Volta Avif Khan menyimpulkan bahwa nama bubble sort diambil dari bentuknya yang mirip tali balon. Tapi, karena cara dia menyimpulkan hal tersebut terlalu picik, ngawur, dan tidak bisa dipertanggungjawaban, maka pernyataan aneh tersebut dia tarik kembali
.
Seperti apa ilustrasinya? udah aku cariin, tapi pastikan kamu udah nginstall flashplayer
Anda suka nonton konser? doyan jingkrak2 sambil teriak2 menyanyikan lagu band favoritmu? seru juga tuh… tapi, lebih seru kalo ditemeni ma *****. waw… inilah yang kabarnya terjadi di konser D’Massive dan J-Rock… tapi, si hantu munculnya nggak di bagian penonton kok, tapi ikut nongol di panggung… dan beruntungnya tertangkap kamera video… wuuu…narsis juga ya..sadar kamera…
justkidding y… peace
Kasus ini lah yang lagi rame diperbincangkan… ini nih screenshotnya…
hmm… horor juga yah… tapi menurut penerawanganku, itu…itu… apa ya..??? yang jelas bukan manusia, cz tinggi banget… yang paling mungkin tu properti panggung, tapi buat apa ya properti kayak gitu? ya kalo emang hantu beneran berarti keren juga… jarang2 manggung ma barang yang halus…
ini videonya:
Belajar MVC java programming
udah lama nggak posting.. dan akhirnya nemu bahan buat di posting, that is…. MVC…
tugas dari dosenku yang paling keren ini membuat pandanganku tentang programming java jadi lebih luas, terimakasih ya Bu^^… emang yang punya ide membuat bahasa “java” tu emang hebat… Pada intinya, MVC java programming ini diterapkan dalam sebuah program simpel bertema formulir mahasiswa yang isinya cuma nrp dan nama doank… (simpel tapi njlimet deh…)
kurang lebih, ini screenshotnya…

bisa download projectnya (netbeans) di sini
atau download *.jarnya di sini
masih banyak banget bug nya… maklum… masih belajar…
semoga bermanfaat
Laptop prices Rp 120.000,-
Laptop prices Rp 120.000,-? I’m not joking, Guys. It is a real laptop.
India releases lowest-prices laptop in OLPC (One Laptop per Child) program. Well, the program sounds interesting, doesn’t it? OLPC is project from Massachusetts Institute of Technology, U.S., that makes efforts in supplying cheapest laptop for children in developing countries.This laptop has 2 GB RAM and built-in wireless network tool.
I got price information from jawapos that states each laptop price is INR 500 (nearly equals to Rp 120.000) in India. But, when I visited OLPC site, it is stated that each laptop prices $ 199 (nearly equals to Rp 2.000.000). Perhaps, They are subsidized in India. Well, let’s view more about OLPC’s laptop.
Do not smoking in this VILLAGE!
When we go to somewhere, sometimes we see signs indicating no smoking area. This area can be a restaurant, department store, supermarket, etc.

Singgalang Mountain
Some people agree about this rule and others do not agree. Some people sure that smoking is legal activity and should not be forbidden in any area. They think smoking is activity that can make them feel relax. What will happen if the no smoking area is a large area, such as village? Well, let’s see Singgalang village, Indonesia. Continue reading ‘Do not smoking in this VILLAGE!’
64 = 65 ?
while I was giving score for Final Project PTI (making website), I saw something interesting in Diar’s project (5208100060). something that make me keep thinking of it… it is an animation that simulate a strange theorem, 64 = 65.. check this out…
i almost think it is valid theorem, but i see something strange at lines of the final small squares. it seems that the lines is not exactly connected. but, i am sure there is a reason that explain it clearly.. Can you help me to explain about this phenomena? leave your comment please…
if the picture freeze and you can’t see the animation, click here…
Matematika merupakan hal yang sudah tidak aneh lagi di dunia ini. Bahkan anak kecil sekalipun sudah mengenal matematika, setidaknya dengan menghitung jumlah jari mereka sendiri, mereka menghitung berkali-kali yang jelas tujuan mereka bukan ingin mengetahui jumlah jari mereka. well, yang aku bahas di sini bukan soal matematika biasa, tapi menguak tentang soal sederhana yang di buat sulit: apakah 64=65? terdengar konyol memang. tapi hal tersebut tergambar jelas di ilustrasi berikut:
Nah, ilustrasi di atas seakan membuktikan bahwa 64=65. heum, it must be wrong. ada yang bisa memberi solusi?
kalo gambar diatas nggak jalan, coba: klik disini…







they say....