Archive for the 'Deep thinking' Category

06
Oct
09

Gempa 8,8 skala richter akan porak porandakan Jatim Selatan, waspada!

Bumi pertiwiku kini diancam bencana lagi. Setelah tsunami aceh, gempa jogja, gempa padang, kini jawatimurku terancam. Provinsi tempat aku lahir, tempat ortuku lahir, tempatku menuntut ilmu hingga sekarang, tempat tinggal ortuku sekarang, telah diberitakan di berbagai media masa bahwa dalam kondisi siaga gempa 8,8 skala richter.

Menurut berita di internet, pesisir selatan Jatim dan Bali masuk dalam zona bahaya gempa yang berpotensi tsunami. Sebab di wilayah selatan Jatim terdapat patahan panjang mulai dari Sumatera. Bahkan salah satu pakar geologi dari LIPI, Danny Hilman Natawidjaja, mengatakan bahwa terjadinya gempa di Aceh dan Sumatera Utara pada 26 Desember 2004, gempa Jogyakarta pada 27 Mei 2006 dan Gempa Padang yang terjadi pada 30 Septenber 2009 kemarin, memicu patahan di Samudera Indonesia.

Adanya patahan itu diperkirakan bakal terjadi gempa dahsyat berkekuatan lebih dari 8 Skala Richter yang berpotensi Tsunami. Prediksi itu beralasan, dari penelitian Prof Kerry Sieh dari Nanyang Technology University (NTU) Singapura, memiliki catatan gempa dan patahan yang terjadi di selatan Jawa selama 12 tahun. Jika tekanan terhadap patahan semakin tinggi, bisa jadi memicu gempa yang mencapai 8,8 SR.

Gubernur jatim, pakdhe karwo juga Continue reading ‘Gempa 8,8 skala richter akan porak porandakan Jatim Selatan, waspada!’

29
Sep
09

blog, tempat pelarian orang dalam kesendirian,

semakin hari, dunia blog makin rame. ada yang untuk bisnis, ada yang hanya iseng, hingga untuk menyalurkan bakat yang tak terekspos.

lalu untuk apa aku nulis di blog?
aku sendiri tak mengerti. cuma iseng  sebenarnya. tapi aku mulai berpikiran lain.

orang-orang yang suka ngeblog -menurut pengamatanku- adalah orang yang sebenarnya pendiam tapi memiliki pemikiran yang tidak bisa diam. Mungkin mereka punya banyak teman, tapi sebenarnya mereka sangat tertutup.
Terlalu tertutup hingga kawannya tidak tahu apa yang ada dipikirannya. Mereka sangat ahli berakting. Terlihat ceria di tengah kegundahannya. Terlihat riang di tengah kesepian dirinya.

Continue reading ‘blog, tempat pelarian orang dalam kesendirian,’

29
Sep
09

“Minal ‘aidin wal faizin” benarkah?

Temanku datang kepadaku. Mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan. Dengan senang hati aku jabat tangannya dengan senyuman. Temanku membalas senyumku lalu berkata, “Minal ‘aidin wal faizin ya Zal!” Sesaat pikiranku berkecamuk memikirkan sesuatu. Segera aku fokus kembali ke temanku. Lalu aku jawab, “Maaf lahir batin ya!”

“Minal ‘aidin wal faizin”

Mungkin memang terlihat sangat familiar. Tidak ada yang aneh. Bagiku juga tidak aneh memang, tetapi bisa juga jadi aneh. Sering muncul, baik dari lisan orang di sekitar kita, maupun dari iklan di media televisi, koran, atau spanduk besar di pinggir jalan. Biasa diikuti dengan kalimat “Mohon maaf lahir batin.” Entah siapa yang pertama kali menciptakan. ‘mantra’ tersebut mengakar begitu kuat di kebudayaan Indonesia. Semakin manis karena keduanya berakhiran -in.Tetapi sebenarnya…

Continue reading ‘“Minal ‘aidin wal faizin” benarkah?’

17
Jul
09

Pria Sejatikah kita?

Seorang lelaki remaja bertanya pada ibunya
“Ibu, ceritakan padaku tentang pria sejati”

Sang Ibu tersenyum dan menjawab
“Pria sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar
Tetapi dari kasih sayangnya pada orang di sekitarnya

Pria sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang
Tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran

Pria sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya
Tetapi dilihat dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsanya

Pria sejati bukanlah dilihat dari bagaimana ia dihormati di tempat kerjanya
Tetapi dilihat dari bagaimana ia dihormati di rumahnya

Pria sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan
Tetapi dilihat dari hati di balik itu

Pria sejati bukanlah dilihat dari banyaknya wanita yang memujanya
Tetapi dilihat dari komitmennya terhadap wanita yang dicintainya

Pria sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan padanya
Tetapi dilihat dari konsistensinya menjalankan apa yang dibaca”

Setelah itu, remaja tersebut bertanya
“Siapakah yang memenuhi kriteria itu, Bu?”

Sang Ibu memberinya buku dan berkata
“Pelajarilah tentang Dia”
‘Muhamad’ judul buku yang tertulis di buku itu

NN


05
Feb
09

Do not smoking in this VILLAGE!

When we go to somewhere, sometimes we see signs indicating no smoking area. This area can be a restaurant, department store, supermarket, etc.

Singgalang Mountain

Singgalang Mountain

Some people agree about this rule and others do not agree. Some people sure that smoking is legal activity and should not be forbidden in any area. They think smoking is activity that can make them feel relax. What will happen if the no smoking area is a large area, such as village? Well, let’s see Singgalang village, Indonesia. Continue reading ‘Do not smoking in this VILLAGE!’

17
Sep
08

Kisah Kupu – kupu

Suatu hari seorang anak kecil menemukan kepompong kupu-kupu. Ia melihat sudah ada lubang kecil muncul pada kepompong itu, si calon kupu-kupu sudah bersiap untuk keluar.
Si anak kecil duduk, mengamati calon kupu-kupu yang berjuang melewati lubang kecil tersebut selama berjam-jam. Kemudian kupu-kupu itu berhenti berusaha. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi. Akhirnya anak tersebut memutuskan untuk
membantunya. Dia mengambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari
kepompong itu.
Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Namun, dia mempunyai tubuh gembung dan kecil, sayap-sayapnya mengkerut. Anak tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa, pada suatu saat, sayap-sayap itu akan mekar indah dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya terbang dengan riang. Namun, semuanya tak pernah terjadi. Kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut. Dia tidak pernah bisa terbang.
Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan anak tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah proses Alami yang di gariskan Allah SWT, untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu itu masuk ke dalam sayap-sayapnya sedemikian sehingga sayapnya menjadi mekar dan bisa menopang tubuhnya terbang ke angkasa

Kesulitan hanyalah batu loncatan untuk menjadikan kita lebih kuat dan lebih baik.

also see deep thinking category

17
Sep
08

Sejenak…..

Just read it slowly and slowly…..

Sebelum waktumu…. terasa terburu….
Sebelum lelahmu…. menutup mata…
Adakah langkahmu…. terisi ambisi….
Apakah kalbumu…. terasa sunyi…

Luangkanlah sejenak detik dalam hidupmu
Berikanlah rindumu pada denting waktu
Luangkanlah sejenak detik dalam sibukmu
Dan lihatlah warna kemesraan dan cinta

Sebelum hidupmu… terhalang nafasmu…
Sesudah nafsumu… tak terbelenggu…
Indahnya membisu… tandai yang berlalu…
Bahasa tubuhmu…. mengartikan rindu…

Letto

Bagi siapapun juga yang baca blog ini…
Siapapun yang selalu sibuk dengan kegiatan rutin yang membuat jenuh…
Siapapun yang sedang bangga dengan jabatan dan kemampuannya…
Siapapun yang lagi sibuk dengan tugas-tugas kuliah atau kerja hingga membuat capek…
Siapapun yang stress karena  selalu diburu pekerjaan yang menumpuk-numpuk…

Cobalah sesaat taruh penamu…
sesaat taruhlah buku-bukumu…
sesaat teruhlah peralatan kantormu…
sesaat hentikan aktivitasmu…

Merenunglah sejenak…
Amati segala kegiatan yang lalu lalang di sekitarmu…
Amati tugas dan pekerjaan yang membebanimu…
Amati pena dan peralatan kantormu yang slama ini menemanimu…

Tuhan telah mengatur semuanya untuk mengisi kehidupanmu…
Tuhan telah menciptakan kemudahan dan kesukaran untuk mengujimu…
Temukan keindahan di sela-sela kesulitanmu…
Temukan kekuatan di sela-sela lelahmu…
Temukan semangat di sela-sela putus asamu…
Temukan nikmat yang selalu diberikan Tuhan disetiap hembusan nafasmu…

Jangan pernah menyerah karena masalah…
Jangan pernah marah karena masalah…
Karena masalah itu indah…
Karena masalah itu anugerah…
Tersenyumlah…
;)

23
Jun
08

Daun Hijau dan Ulat

Telah dua bulan musim hujan berlalu sehingga di mana-mana pepohonan nampak
menghijau. Kelihatan seekor ulat di antara dedaun menghijau yang bergoyang-goyang
diterpa angin.
“Apa kabar daun hijau?”, sapanya.
Tersentak daun hijau menoleh ke arah suara yang datang. “Oh, kamu ulat. Badanmu
kelihatan kurus dan kecil, mengapa?”, tanya daun hijau.
“Aku hampir tidak mendapatkan dedaunan untuk makananku. Bolehkah engkau
membantuku sahabat?”, kata ulat kecil.
“Tentu.. tentu.. dekatlah kemari.”
Daun hijau berfikir, “Jika aku memberikan sedikit dari tubuhku ini untuk makanan si
ulat, aku akan tetap hijau. Hanya saja aku akan kelihatan berlubang-lubang. Tapi
tak apalah.”
Perlahan-lahan ulat menggerakkan tubuhnya menuju daun hijau.
Setelah makan dengan kenyang ulat berterimakasih kepada daun hijau yang telah
merelakan bahagian tubuhnya menjadi makanan si ulat. Ketika ulat mengucapkan
terima kasih kepada sahabat yang penuh kasih sayang dan pengorbanan itu, ada rasa puas
di dalam diri daun hijau. Sekalipun tubuhnya kini berlubang di sana-sini namun ia
bahagia dapat melakukan sesuatu bagi ulat kecil yang lapar. Tidak lama berselang
ketika musim panas datang daun hijau menjadi kering dan berubah warna. Akhirnya
ia jatuh ke tanah, disapu orang dan dibakar.

Apa yang terlalu berarti di hidup kita sehingga kita enggan berkorban sedikit saja
bagi sesama? Akhirnya semua yang ada akan kembali pada Alloh SWT. Daun rela
melakukan sesuatu untuk kepentingan orang lain dan sejenak mengabaikan
kepentingan diri sendiri.
Merelakan kesenangan dan kepentingan diri sendiri bagi sesama memang tidak
mudah, tetapi indah. Ketika berkorban diri kita sendiri menjadi seperti daun hijau
yang berlobang namun itu sebenarnya tidak mempengaruhi hidup kita, kita akan
tetap hijau, Tuhan akan tetap memberkati dan memelihara kita.
Bagi daun hijau, berkorban merupakan sesuatu perkara yang mengesankan dan
terasa indah serta memuaskan. Dia bahagia melihat sesamanya dapat tersenyum
kerana pengorbanan yang ia lakukan. Ia juga melakukannya kerana menyedari
bahawa ia tidak akan selamanya menjadi “daun hijau” dan memiliki keindahan. Suatu hari ia akan
kering dan jatuh juga.
Demikianlah kehidupan kita. Hidup ini hanya sementara, kemudian kita akan mati.
Itu sebabnya isilah hidup ini dengan perbuatan-perbuatan baik, kasih, pengorbanan,
pengertian, kesetiaan, kesabaran dan kerendahan hati.
Jadikanlah berkorban itu sebagai sesuatu yang menyenangkan dan membawa
sukacita tersendiri bagi anda. Kita dapat berkorban dalam banyak perkara.
Mendahulukan kepentingan sesama, melakukan sesuatu bagi mereka,memberikan
apa yang kita punyai dan masih banyak lagi pengorbanan yang dapat kita lakukan.
Yang mana yang sering kita lakukan? Menjadi ulat kecil yang menerima kebaikan
orang atau menjadi daun hijau yang senang memberi kebaikan.




my nationality

writer


struggling for whole happiness "Muhamad Rizal Avif Khan"

Calendar

November 2009
M T W T F S S
« Oct    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30