29
Sep
09

“Minal ‘aidin wal faizin” benarkah?

Temanku datang kepadaku. Mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan. Dengan senang hati aku jabat tangannya dengan senyuman. Temanku membalas senyumku lalu berkata, “Minal ‘aidin wal faizin ya Zal!” Sesaat pikiranku berkecamuk memikirkan sesuatu. Segera aku fokus kembali ke temanku. Lalu aku jawab, “Maaf lahir batin ya!”

“Minal ‘aidin wal faizin”

Mungkin memang terlihat sangat familiar. Tidak ada yang aneh. Bagiku juga tidak aneh memang, tetapi bisa juga jadi aneh. Sering muncul, baik dari lisan orang di sekitar kita, maupun dari iklan di media televisi, koran, atau spanduk besar di pinggir jalan. Biasa diikuti dengan kalimat “Mohon maaf lahir batin.” Entah siapa yang pertama kali menciptakan. ‘mantra’ tersebut mengakar begitu kuat di kebudayaan Indonesia. Semakin manis karena keduanya berakhiran -in.Tetapi sebenarnya…

Secara harfiah, minal ‘aidin berarti “dari golongan yang kembali”, dan wal faizin berarti “dari golongan yang menang”. Jadi, secara keseluruhan apa arti minal ‘aidin wal faizin? saya sendiri bingung mengartikannya. Tapi jelas itu bukan berarti mohon maaf lahir batin. dan orang bilang, mantra ini hanya ada di Indonesia. bahasa memang bahasa arab, tapi di arab jarang ditemukan kalimat ini.

Ketika temanku mengucapkan, hal ini lah yang terlintas dipikiranku. Bukan karena bimbang memaafkan atau tidak, tapi mengingatkan atau tidak. Akar yang tertancap kuat di pemikiran mereka membuatku ragu antara membiarkan atau mengingatkan. Semakin bimbang ketika mereka bilang, “Minal ‘aidin ya!” Apa yang harus aku lakukan? membiarkan? atau membetulkan? Aku ingin sekali mengingatkan, tetapi aku terlalu takut merusak suasana hati mereka jika aku membetulkan.

Apakah mereka terlalu munafik untuk mengatakan maaf? sehingga lari ke kata yang lain? tujuan yang sangat kejam tentunya. Mereka hanyalah orang-orang tulus yang termakan lingkungan. Biarlah waktu yang akan mengatakan kebenaran.

Minal ‘aidin bukan mohan maaf.
wal faizin bukan lahir batin.
Minal ‘aidin wal faizin bukan mohon maaf lahir batin.
Minal ‘aidin wal faizin tidak menghapuskan dosa kita.
Minal ‘aidin wal faizin memang tidak salah.
Minal ‘aidin wal faizin menjadi salah ketika yang mengucapkan berkeyakinan bahwa ia telah memohon maaf.
Minal ‘aidin wal faizin menjadi terlihat benar ketika yang mendengar menjawab “sama-sama”
Minal ‘aidin wal faizin adalah minal ‘aidin wal faizin
bukan yang lain…


2 Responses to ““Minal ‘aidin wal faizin” benarkah?”


  1. 1 Lucky Dhekwa
    October 3, 2009 at 4:39 pm

    wah2…aku baru tahu akan hal itu….
    bagaimana zal, kalau cuma bilang “lahir batin, ya mas/mbk” ?
    Soalnya sering q mendengarnya…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


my nationality

writer


struggling for whole happiness "Muhamad Rizal Avif Khan"
Share |