25
Nov
09

Ayahku….

Kawan, aku menemukan cerita yang sangat menarik tantang ayah. Kenapa aku tertarik? karena aku punya seorang ayah, dan aku juga akan menjadi seorang ayah. Semoga bisa menjadi inspirasi kita:

Seorang Bapak pulang ke rumah dalam keadaan letih disambut oleh anak lelakinya
yang berusia 7 tahun dimuka pintu.
Anak: Ayah, boleh nggak Amin bertanya?
Ayah: “Ya…nak tanya apa?”
Anak: “Berapa pendapatan ayah sejam?”
Ayah: “Itu bukan urusan kamu, buat apa kamu sibuk tanya?” si ayah mulai
marah karena merasa lelah.
Anak: “Amin tidak tahu ayah. Tolonglah bagitahu berapa ayah dapat sejam
bekerja di kantor?” si anak mulai merayu.
Ayah: “Rp 10.000 sejam, memang kenapa?”
Anak: “Oh…” si anak menjawab sambil tunduk ke bawah. Kemudian memandang
wajah ayahnya sambil bertanya, “Ayah….boleh nggak Amin pinjam Rp 5000
dari ayah?”.
Si Ayah mulai menjadi berang dan berkata, ” oh, itu sebabnya kamu tanya
berapa pendapatan ayah, untuk apa uang sebanyak 5000 ? nak
beli barang mainan lagi? Jangan mubazir. Ayah kerja capek-capek bukan
untuk buang duit sebarangan. Sekarang pergi balik ke kamar dan tidur, dah lewat
jam tidur nih…”
Kanak-kanak 7 tahun itu terdiam dan perlahan-lahan melangkah kembali ke
kamar tidurnya.
Si ayah duduk di atas sofa dan mula memikirkan mengapa anaknya yg sekecil itu
memerlukan duit sebanyak itu.
Kira-kira dua jam kemudian si ayah kembali tenang dan terfikir kemungkinan
anaknya benar-benar memerlukan uang untuk keperluan di sekolahnya kerana
anaknya tidak pernah meminta uang sebanyak itu sebelumnya.
Dengan perasaan bersalah si ayah melangkah menuju kamar anaknya dan membuka
pintu. Didapati anaknya masih belum tidur.
“Kalau kamu betul-betul perlu uang, nah ambillah Rp 5000 ini”,
kata si ayah.
Amin segera bangun dan tersenyum girang. “Terimakasih banyak ayah”, katanya
begitu gembira. Kemudian dia mencari-cari sesuatu di bawah bantalnya dan
mengeluarkan selembar lima ribuan yg sudah kusut.
Saat di lihat uang itu oleh ayahnya, si ayah kembali marah. “kenapa kamu minta
duit lagi sedangkan kamu sudah ada uang sebanyak itu? Dan dari mana kamu dapat
uang di bawah bantal itu?” bentak si ayah.
Si anak tunduk tidak berani menatap wajah ayahnya. “uang ini Amin kumpul
dari belanja sekolah yang ayah beri tiap hari. Amin minta lagi 5 ribu
dari ayah sebab uang yang Amin ada sekarang tidak cukup”, jawab si anak
perlahan.
“Tak cukup untuk beli apa??”, si ayah bertanya balik.
“Ayah, sekarang Amin sudah punya 10 ribu. Ayah ambil uang ini. Amin mau beli sejam waktu dari masa ayah. Amin ingin, ayah balik kerja lebih awal besok. Amin rindu mau makan malam bersama ayah. “, jawab si anak tanpa berani memandang
wajah ayahnya. Terdiam dan hanya merasakan air bening jatuh dari matanya.
http://Kasih-dan-cinta.blogspot.com


3 Responses to “Ayahku….”


  1. 1 bitink
    June 4, 2008 at 5:58 pm

    wah…ceritanya keren..
    kliatane kamu pengen masuk dunia blogger y..
    wah..semangat y..
    it will be excited…

  2. June 30, 2008 at 9:38 am

    hahaha,
    nyapo kok comment dewe..
    dasar oLo,

  3. 3 morgen
    July 9, 2008 at 11:27 am

    Nice story….and maybe for that i have no reason to force u to serve more time for me, coz too often i ask for you….

    n i dont have any money for pay ur sacrifacion….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


my nationality

writer


struggling for whole happiness "Muhamad Rizal Avif Khan"
Share |